Bondan Prakoso

bondan prakoso

bondan prakoso

Nama Lengkap     : BONDAN PRAKOSO
Nama Panggilan     : MR B
TTL         : 8/MEI/1984
Anak ke         : 2 dari 3 bersaudara
Nama Ibu     : Lili Yulianingsih
Nama Bapak      : Sisco Batara
Agama         : Islam
Pendidikan     : Lulusan D3 Sastra Belanda UI
Pekerjaan     : Musisi, Produser
Hobby         : Musik, Membaca, Menonton Film
Musisi/Band Favorit : Les Claypool (Primus), Muse, Dave Mathews Band
Referensi Buku     : Huru Hara Kiamat, Jangan Bersedih, Chicken Soup
Makanan Favorit     : Chicken Teriyaki, Nasi Goreng Hati/Pete.
Minuman Favorit     : Air Mineral
Alamat         : PO BOX 1281 JKS 12012

………………………………………………………………………
BONDAN PRAKOSO
DISKOGRAPHY
………………………………………………………………………

Published in: on June 11, 2009 at 1:09 pm  Comments Off  
Tags: , ,

Presiden

pak Presiden

pak Presiden

Presiden itu lebih suka merangkul para menterinya, untuk mendukung pencalonan berikutnya.

Bukan malah merangkul raryatnya ya?

Taya kenapa?????????

Published in: on June 7, 2009 at 12:16 pm  Comments Off  
Tags: , ,

Biografi Tukul Arwana.

Tukul arwana

Tukul arwana

Nama Populer : Tukul Arwana
Nama Lain : Tukul
Nama Asli : Tukul Riyanto.
Tempat Lahir : Semarang
Tanggal Lahir :1963-10-16
Zodiak : Libra
Pekerjaan : Pelawak, Presenter,Bintang Iklan

Tukul Arwana, bernama asli Tukul Riyanto adalah pelawak asal Perbalan, Purwosari, Semarang, kelahiran 16 Oktober, 1963 . Pada waktu muda, Tukul sering tampil melucu di panggung tujuh-belas agustusan, dan Tukul pernah mencari nafkah sebagai sopir omprengan di Semarang. Tukul hijrah ke Jakarta atas ajakan temannya Joko Dewo dan Tony Rastafara. Lontang-lantung di kontrakan di bilangan Blok S Jakarta Selatan Tukul banyak dibantu Joko Dewo dan Tony Rastafara untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam keadaan ekonomi yang pas-pasan, Tukul menikah dengan gadis berdarah Padang bernama Susi dan mempunyai anak semata wayang, bernama Vita. Setelah menikah, Tukul dan keluarga tinggal di sebuah kontrakan di daerah Cipete Utara. Sampai akhirnya Tukul melamar kerja di Radio Humor SK dan bekerja di sana bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa dan lain-lain, setelah sebelumnya sempat menjadi sopir pribadi untuk menafkahi keluarganya. Nasib mujur Tukul semakin mengental ketika diajak main Lenong Rumpi oleh Ramon Tommybens. Dan titik balik karir Tukul mencuat ketika menjadi pendamping Joshua di video klip Air dengan icon diobok-obok-nya.

Nama Tukul Arwana semakin melambung ketika TPI mempercayakannya menjadi Host acara musik “Aduhai” dan Acara “Dangdut Ria” di Indosiar. Dan namanya kian melesat sekarang ini ketika TV7 mempercayakan menjadi host talk show Empat mata. Jika dulu Tukul tinggal di kontrakkan, sekarang Tukul memiliki 3 rumah kontrakkan dan 2 rumah besar di kawasan Cipete Utara. Di rumahnya Tukul mengumpulkan teman-teman seniman pelawak dari daerah dan membuat markas kecil ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan. Markas kreatif ini dinamakan Posko Ojo Lali.

Karir :

* 1979 – 1983: Juara lawak Semarang dan Jawa Tengah.
* 1985: Pindah ke Jakarta atas ajakan Joko Dewo.
* 1995: Menikah dengan gadis berdarah Minang Susiana (Susi).
* 1995 – 2000: Penyiar radio Suara Kejayaan, Gaji pertama Rp. 75.000,-
* 1997: berkenalan dan membintangi klip video Joshua.
* 1997: Putri Tukul, Novita Eka Afriana (Vita) lahir.
* 1998: berkenalan dengan Srimulat.
* 2006 – sekarang: Pembawa acara Empat Mata di stasiun televisi Trans7, honornya ditaksir mencapai Rp. 20.000.000 atau lebih per episode

Published in: on May 30, 2009 at 12:20 pm  Comments Off  
Tags: , , , , , , , ,

Biografi Kuburan Band

.Penampilan Kuburan Band di atas panggung memang menarik, unik, dan kadang aneh. Mereka bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh band lain. Misalnya, bawa kuda ke atas panggung.

“Itu pernah kita lakukan, mungkin karena salah satu personil kami berangkat dari kabaret,” kata Priya, salah seorang personil.

Saat ditemui usai Kuburan mengisi acara Dahsyat di WTC Mangga Dua, Minggu (17/5), Priya mengatakan kalau nama Kuburan hanya membuat serem-serem-an saja. Dan ingin mendapatkan image. Pun begitu ternyata Kuburan punya motto yang kalem.

“Pertama, jauhi narkoba utamakan keluarga. Kedua, budayakan bersedekah minimal donor darah. Ketiga, brutal tapi takwa,” ungkapnya.

Nah, walau lagu Lupa Lupa Ingat ngetop dan membuat personil Kuburan jadi nge-pop, mereka mengaku biasa-biasa saja. Bagi mereka dengan makin terkenal, misi Kuburan ke masyarakat sampai.

“Misi kami adalah hanya ingin membangkitkan aura kreatif para musisi. Dan kami memainkan all genre. Tidak ada pengotak-kotakan musik di sini. Kalau pun ada yang tidak suka jangan didengar,” pungkas Priya enteng.

Biografi numata

Meski telah dijaga ratusan petugas keamanan konser parade musik yang disponsori sebuah produk rokok diwarnai aksi perkelahian antarpenonton, Kamis malam (27/6) di lapangan Pemuda kota Cirebon. Gejala keributan mulai terlihat sejak sejumlah band pembuka tampil, dan bertambah parah saat Garasi Band dan Numata Band menampilkan atraksinya.

Puluhan pemuda terlibat perkelahian massal di tengah lapangan. Ratusan petugas keamanan langsung meredam keributan dengan mengamankan sejumlah penonton. Tercatat 20 penonton yang terlibat keributan maupun yang diduga sebagai provokator ditangkap polisi, kemudian mereka digelandang ke Mapolresta Cirebon guna menjalani pemeriksaan.

Perkelahian itu menyebabkan tiga orang penonton mengalami luka-luka di kepala akibat lemparan batu atau terkena pukulan.

“Mereka masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Cirebon,” kata Wakapolresta Cirebon Kompol Teddy Gusnadar SIk didampingi Kasat Samapta AKP Kasiyana, di Cirebon, Jumat (27/6).

Keributan juga kembali pecah pasca konser, Jumat (27/6) sekitar pukul 00.30, yang juga ditandai dengan aksi lempar batu di tiga tempat di kota itu. Dalam peristiwa lempar batu itu, tiga unit kendaraan berupa truk pengangkut semen bernopol F 9980 FC, E 8027 AO dan E 9413 H mengalami rusak berat akibat terkena lemparan batu.

Selain aksi tawuran dan perang batu, nasib tragis dialami Toharudin (20), penonton konser asal Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon yang tewas terjatuh dari mobil truk tronton yang ditumpanginnya, Jumat (27/6) sekitar pukul 01.00 WIB.

Toharudin yang bermaksud pulang tewas akibat mengalami luka-luka cukup parah di bagian wajah dan kepala belakangnnya karena kepalanya membentur aspal. Jenazah korban dibawa keluarganya Jumat pagi (27/6) sekitar pukul 08.00 dari kamar mayat RSUD Gunung Jati Cirebon untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Published in: on May 25, 2009 at 8:26 am  Comments Off  
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Presiden Soekarno

Masa Bakti 1945 — 1966

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”. (Dari Berbagai Sumber)

Biografi

Biografi Artis

Biografi Musisi

Biografi Band

Biografi Tokoh Dunia


Published in: on May 22, 2009 at 9:10 am  Comments Off  
Tags: , , , , , , ,

Presiden Megawati Soekarnoputri

Masa Bakti 2001 — 2004

Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati. Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama.

Pada suatu tugas militer, tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surendro bersama pesawat militernya hilang dalam tugas. Derita tiada tara, sementara anaknya masih kecil dan bayi. Namun, derita itu tidak berkepanjangan, tiga tahun kemudian Mega menikah dengan pria bernama Taufik Kiemas, asal Ogan Komiring Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri Puan Maharani. Kehidupan masa kecil Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak masa kanak-kanak, Megawati sudah lincah dan suka main bola bersama saudaranya Guntur. Sebagai anak gadis, Megawati mempunyai hobi menari dan sering ditunjukkan di hadapan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Istana.

Wanita bernama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya, dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Sementara, ia pernah belajar di dua Universitas, yaitu Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965-1967) dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972). Kendati lahir dari keluarga politisi jempolan, Mbak Mega — panggilan akrab para pendukungnya — tidak terbilang piawai dalam dunia politik. Bahkan, Megawati sempat dipandang sebelah mata oleh teman dan lawan politiknya. Beliau bahkan dianggap sebagai pendatang baru dalam kancah politik, yakni baru pada tahun 1987. Saat itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menempatkannya sebagai salah seorang calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah, untuk mendongkrak suara.

Masuknya Megawati ke kancah politik, berarti beliau telah mengingkari kesepakatan keluarganya untuk tidak terjun ke dunia politik. Trauma politik keluarga itu ditabraknya. Megawati tampil menjadi primadona dalam kampanye PDI, walau tergolong tidak banyak bicara. Ternyata memang berhasil. Suara untuk PDI naik. Dan beliau pun terpilih menjadi anggota DPR/MPR. Pada tahun itu pula Megawati terpilih sebagai Ketua DPC PDI Jakarta Pusat.

Tetapi, kehadiran Mega di gedung DPR/MPR sepertinya tidak terasa. Tampaknya, Megawati tahu bahwa beliau masih di bawah tekanan. Selain memang sifatnya pendiam, belaiu pun memilih untuk tidak menonjol mengingat kondisi politik saat itu. Maka belaiu memilih lebih banyak melakukan lobi-lobi politik di luar gedung wakil rakyat tersebut. Lobi politiknya, yang silent operation, itu secara langsung atau tidak langsung, telah memunculkan terbitnya bintang Mega dalam dunia politik. Pada tahun 1993 dia terpilih menjadi Ketua Umum DPP PDI. Hal ini sangat mengagetkan pemerintah pada saat itu.

Proses naiknya Mega ini merupakan cerita menarik pula. Ketika itu, Konggres PDI di Medan berakhir tanpa menghasilkan keputusan apa-apa. Pemerintah mendukung Budi Hardjono menggantikan Soerjadi. Lantas, dilanjutkan dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa di Surabaya. Pada kongres ini, nama Mega muncul dan secara telak mengungguli Budi Hardjono, kandidat yang didukung oleh pemerintah itu. Mega terpilih sebagai Ketua Umum PDI. Kemudian status Mega sebagai Ketua Umum PDI dikuatkan lagi oleh Musyawarah Nasional PDI di Jakarta.

Namun pemerintah menolak dan menganggapnya tidak sah. Karena itu, dalam perjalanan berikutnya, pemerintah mendukung kekuatan mendongkel Mega sebagai Ketua Umum PDI. Fatimah Ahmad cs, atas dukungan pemerintah, menyelenggarakan Kongres PDI di Medan pada tahun 1996, untuk menaikkan kembali Soerjadi. Tetapi Mega tidak mudah ditaklukkan. Karena Mega dengan tegas menyatakan tidak mengakui Kongres Medan. Mega teguh menyatakan dirinya sebagai Ketua Umum PDI yang sah. Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, sebagai simbol keberadaan DPP yang sah, dikuasai oleh pihak Mega. Para pendukung Mega tidak mau surut satu langkah pun. Mereka tetap berusaha mempertahankan kantor itu.

Soerjadi yang didukung pemerintah pun memberi ancaman akan merebut secara paksa kantor DPP PDI itu. Ancaman itu kemudian menjadi kenyataan. Pagi, tanggal 27 Juli 1996 kelompok Soerjadi benar-benar merebut kantor DPP PDI dari pendukung Mega. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah Mega. Malah, dia makin memantap langkah mengibarkan perlawanan. Tekanan politik yang amat telanjang terhadap Mega itu, menundang empati dan simpati dari masyarakat luas.

Mega terus berjuang. PDI pun menjadi dua. Yakni, PDI pimpinan Megawati dan PDI pimpinan Soerjadi. Massa PDI lebih berpihak dan mengakui Mega. Tetapi, pemerintah mengakui Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI yang sah. Akibatnya, PDI pimpinan Mega tidak bisa ikut Pemilu 1997. Setelah rezim Orde Baru tumbang, PDI Mega berubah nama menjadi PDI Perjuangan. Partai politik berlambang banteng gemuk dan bermulut putih itu berhasil memenangkan Pemilu 1999 dengan meraih lebih tiga puluh persen suara. Kemenangan PDIP itu menempatkan Mega pada posisi paling patut menjadi presiden dibanding kader partai lainnya. Tetapi ternyata pada SU-MPR 1999, Mega kalah.

Tetapi, posisi kedua tersebut rupanya sebuah tahapan untuk kemudian pada waktunya memantapkan Mega pada posisi sebagai orang nomor satu di negeri ini. Sebab kurang dari dua tahun, tepatnya tanggal 23 Juli 2001 anggota MPR secara aklamasi menempatkan Megawati duduk sebagai Presiden RI ke-5 menggantikan KH Abdurrahman Wahid. Megawati menjadi presiden hingga 20 Oktober 2003. Setelah habis masa jabatannya, Megawati kembali mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan presiden langsung tahun 2004. Namun, beliau gagal untuk kembali menjadi presiden setelah kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono yang akhirnya menjadi Presiden RI ke-6. (Dari Berbagai Sumber)

Biografi

Biografi Artis

Biografi Musisi

Biografi Band

Biografi Tokoh Dunia


Published in: on May 22, 2009 at 9:09 am  Comments Off  
Tags: , , , , , , , ,

Mandala Abadi Shoji

Mandala Shoji
Mandala
Mandala Abadi Shoji
Laki-Laki
Islam
Surabaya, 06 Oktober 1982


Biografi :


Mandala Shoji aktor kelahiran Surabaya, 6 Oktober 1982, pertama kali berkecimpung di dunia film, ketika berperan sebagai Eric di film ENAM produksi tahun 2007.

Selanjutnya, Mandala lebih banyak tampil di FTV dan sinetron. Selain bidang akting aktor bernama asli Mandala Abadi Shoji mulai menjajaki bidang presenter. Ia menjadi presenter reality show, TERMEHEK-MEHEK di Trans TV.

Di kehidupan asmara, Mandala yang merupakan anak keempat dari lima bersaudara ini kembali menjadi kasih dengan mantannya dahulu, Poppy Bunga yang juga artis sinetron. Namun hubungan yang sempat ‘memanas’ karena isu mereka ‘kumpul kebo’ telah berakhir.

Aktor lulusan Institut Teknologi Surabaya jurusan Teknik Sipil ini kembali mempertontonkan kemampuan beraktingnya dalam film KUNTILANAK dan HANTU SUSTER BUNTING pada 2008.

Published in: on May 22, 2009 at 8:30 am  Comments Off  
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Inul Daratista

inul

inul

Inul Daratista
Inul
Ainur Rohima
Perempuan
Islam
Pasuruan, Jawa Timur, 21 Januari 1979

Lihat Lirik Lagu Inul Daratista

Biografi :

Inul Daratista, penyanyi dangdut yang melejit lewat ‘goyang Ngebor’, lebih jelasnya menggoyangkan pantat seolah sebagai mata bor yang berputar.

Inul mengawali karir sebagai penyanyi pangilan dari pesta ke pesta di kampung halamannya dan sukses membawa goyang ngebornya hijrah ke Jakarta.

Lewat goyangan itu juga, keberuntungan menghampiri Inul. Wanita asal Pasuruan ini menjadi begitu cepat dikenal secara luas dan mengundang banyak produser untuk terlibat dan mempopulerkan namanya.

Di sisi lain, goyangan Inul juga mengundang komentar dari sejumlah kalangan, yang dianggap telah menyentuh wilayah pornografi. Goyang Inul, dianggap juga telah menjadi ‘pemicu’ tindakan asusila dan pornoaksi. Komentarpun berkembang bak layaknya bola panas yang liar, yang memunculkan pendapat pro dan kontra.

Sikap kontra diperlihatkan oleh raja dangdut, H. Rhoma Irama, yang menganggap Inul telah malakukan penghancuran terhadap ‘citra dangdut’ yang selama ini dibangunya. Dengan menempatkan secara dominan unsur goyangan yang dianggap porno ke dalam lagu-lagu Inul dan dangdut pun telah berubah presepsi.

Sementara Inul sendiri, dengan sikapnya yang ‘teraniaya’, dan kerap tampil dengan ‘cucuran air mata’ justru mengundang banyak simpati.

Inul sepertinya menjadi sosok yang perlu dibela dan justru membuat lagu-lagunya menjadi hit. Sinetronnya KENAPA HARUS INUL dan GARA_GARA INUL, yang mengisahkan dirinya yang teraniaya dan menjadi kambing hitam, semakin meng-ekplore sosok Inul.

Hingga 2006 Inul telah memproduksi 16 album, dua albumnya, GOYANG INUL dan MAU DONG mendapat sambutan cukup membanggakan. Selain itu, Inul juga melebarkan sayap dengan menggeluti dunia bisnis karaoke, Inul Vista yang telah membuka sejumlah cabang di Jakarta dan Bandung.

Setelah menanti selama 13 tahun, Inul akhirnya dikaruniai anak pertama. Inul melahirkan anak pertamanya pada 19 Mei 2009, pukul 21.29 secara caesar.

Published in: on May 22, 2009 at 8:09 am  Comments Off  
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Mengapa SBY tidak memilih BudiAnduk sebagai wakilnya saja?

Sebenarnya pertanyaan seperti ini tidak perlu diajukan – sangat tidak perlu bahkan. Tetapi beberapa berita tentang penolakan Budiono sebagai cawapresnya SBY hingga bermunculannya spanduk yang bertuliskan “Say No to BudioNo, Say Yes to Budi Anduk” menggelitik Pimpii untuk turut mencatat kejadian menarik ini. Apakah mereka benar-benar menginginkan Budi Anduk sebagai Wakil presiden Indonesia periode berikutnya?

Tentang alasan mengapa SBY memilih Budiono sebagai Cawapres sudah banyak yang mengulasnya. Plus minus Budiono sebagai Cawapres untuk mendampingi SBY dalam Pilpres 2009 juga sudah banyak yang mengupas lengkap dengan prediksi-prediksi yang didukung oleh sejumlah fakta dan data. Dalam dunia politik perihal setuju tidak setuju dengan sebuah keputusan adalah hal yang jamak – pro dan kontra juga hal yang biasa.

sumber foto :

Budi Anduk

Sebagai Capres pada Pilpres 2009, SBY tentu dihadapkan pada situasi yang super sulit untuk menetapkan siapa yang pantas mendampinginya di antara nama-nama yang diajukan rekan-rekan partai politik koalisinya. Karena ibarat pengantin yang diminta untuk memilih mempelai, SBY harus memilih mempelai yang dapat diterima semua pihak dan tidak nantinya malah memunculkan perpecahbelahan di kalangan partai yang telah berkoalisi dengan Demokrat. Mengapa SBY tidak memilih Budi Anduk sebagai Cawapres hampir pasti sudah jelas SBY tidak punya alasan untuk itu, meskipun secara hitung-hitungan Budiono kalah populer dengan Budi Anduk (?). Lihat komentar mereka tentang Budi Anduk :

Ada yang menulis :

“ngak ada buduk…serasa…jam 21.30 ngak rame…n bikin stress…kalo ngak liat…budi…budi handuk n ETC penawaran stress setelah bekerja..”

Atau :

“to the point ja ya bang! sumpah gw suka gaya lu bang… 1 hr ja gw gak liat acara nya abang! sumpah gak da gairah hdp gw bang! pliss bang mau no hp abang dunkzz!! N klo bs si sung ktemu… ok coyyy”

Ini juga :

“budiiii…..aq suka banget ma qm….hidupq ceria apalagi mlm2q bikin aq awet muda krn qm,,,,,lanjutkan perjuanganmu buat org2 di sekelilingmu mencintaimu hehehe……ok coyyyy”

Selengkapnya : Komentar untuk Budi Anduk

Namun mensejajarkan Budiono dengan Budi Anduk sebagai sebuah pilihan tentu perlu perdebatan yang panjang yang sebenarnya malah tidak perlu diperdebatkan. Budiono dan Budi Anduk jelas berasal dari dunia yang jauh berbeda. Lalu mengapa muncul gerakan yang menolak Budiono sebagai Cawapresnya SBY, mungkin dapat dijelaskan kira-kira sama halnya dalam artian umum jika SBY ternyata memilih Budi Anduk sebagai Cawapres. Begitupula jika SBY memilih salah satu nama dari yang diajukan oleh koalisi – selalu berpeluang ada yang tidak setuju.

Bahkan dalam sebuah keluarga, jika ada yang hendak menikah — seorang bapak atau ibu kerap kurang sreg dengan menantu pilihan anaknya sendiri. Kalau tidak orang tuanya yang tidak setuju, mungkin paman dan bibi pengantin yang tidak pas dengan pilihan ponakannya, begitu juga dengan abang kakak adik handai taulan hingga tetangga semua bisa dan bebas memberikan pendapat terhadap pilihan sang pengantin. Kurang inilah – kurang itulah, harusnya bisa begini – ternyata tidak bisa begitu ……. Sangat manusiawikan.

Mungkin sebagai sebuah keluarga besar bangsa ini, Pimpii hanya bisa ‘meng-amin-i’ pilihan sang Pengantin SBY yang nanti malam akan melakukan ‘ijab kabul’ sekaligus memproklamirkan mempelainya sebagai Cawapres di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung (14/5). Mereka tinggal menunggu pada saat Pilpres nanti apakah Pimpii atau ‘keluarga besar’ lainnya akan ‘merestui’ mereka atau tidak.

Baca artikel berkenaan:

Published in: on May 21, 2009 at 6:28 am  Comments Off  
Tags: , , , , , , , , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.