Mengapa SBY tidak memilih BudiAnduk sebagai wakilnya saja?

Sebenarnya pertanyaan seperti ini tidak perlu diajukan – sangat tidak perlu bahkan. Tetapi beberapa berita tentang penolakan Budiono sebagai cawapresnya SBY hingga bermunculannya spanduk yang bertuliskan “Say No to BudioNo, Say Yes to Budi Anduk” menggelitik Pimpii untuk turut mencatat kejadian menarik ini. Apakah mereka benar-benar menginginkan Budi Anduk sebagai Wakil presiden Indonesia periode berikutnya?

Tentang alasan mengapa SBY memilih Budiono sebagai Cawapres sudah banyak yang mengulasnya. Plus minus Budiono sebagai Cawapres untuk mendampingi SBY dalam Pilpres 2009 juga sudah banyak yang mengupas lengkap dengan prediksi-prediksi yang didukung oleh sejumlah fakta dan data. Dalam dunia politik perihal setuju tidak setuju dengan sebuah keputusan adalah hal yang jamak – pro dan kontra juga hal yang biasa.

sumber foto :

Budi Anduk

Sebagai Capres pada Pilpres 2009, SBY tentu dihadapkan pada situasi yang super sulit untuk menetapkan siapa yang pantas mendampinginya di antara nama-nama yang diajukan rekan-rekan partai politik koalisinya. Karena ibarat pengantin yang diminta untuk memilih mempelai, SBY harus memilih mempelai yang dapat diterima semua pihak dan tidak nantinya malah memunculkan perpecahbelahan di kalangan partai yang telah berkoalisi dengan Demokrat. Mengapa SBY tidak memilih Budi Anduk sebagai Cawapres hampir pasti sudah jelas SBY tidak punya alasan untuk itu, meskipun secara hitung-hitungan Budiono kalah populer dengan Budi Anduk (?). Lihat komentar mereka tentang Budi Anduk :

Ada yang menulis :

“ngak ada buduk…serasa…jam 21.30 ngak rame…n bikin stress…kalo ngak liat…budi…budi handuk n ETC penawaran stress setelah bekerja..”

Atau :

“to the point ja ya bang! sumpah gw suka gaya lu bang… 1 hr ja gw gak liat acara nya abang! sumpah gak da gairah hdp gw bang! pliss bang mau no hp abang dunkzz!! N klo bs si sung ktemu… ok coyyy”

Ini juga :

“budiiii…..aq suka banget ma qm….hidupq ceria apalagi mlm2q bikin aq awet muda krn qm,,,,,lanjutkan perjuanganmu buat org2 di sekelilingmu mencintaimu hehehe……ok coyyyy”

Selengkapnya : Komentar untuk Budi Anduk

Namun mensejajarkan Budiono dengan Budi Anduk sebagai sebuah pilihan tentu perlu perdebatan yang panjang yang sebenarnya malah tidak perlu diperdebatkan. Budiono dan Budi Anduk jelas berasal dari dunia yang jauh berbeda. Lalu mengapa muncul gerakan yang menolak Budiono sebagai Cawapresnya SBY, mungkin dapat dijelaskan kira-kira sama halnya dalam artian umum jika SBY ternyata memilih Budi Anduk sebagai Cawapres. Begitupula jika SBY memilih salah satu nama dari yang diajukan oleh koalisi – selalu berpeluang ada yang tidak setuju.

Bahkan dalam sebuah keluarga, jika ada yang hendak menikah — seorang bapak atau ibu kerap kurang sreg dengan menantu pilihan anaknya sendiri. Kalau tidak orang tuanya yang tidak setuju, mungkin paman dan bibi pengantin yang tidak pas dengan pilihan ponakannya, begitu juga dengan abang kakak adik handai taulan hingga tetangga semua bisa dan bebas memberikan pendapat terhadap pilihan sang pengantin. Kurang inilah – kurang itulah, harusnya bisa begini – ternyata tidak bisa begitu ……. Sangat manusiawikan.

Mungkin sebagai sebuah keluarga besar bangsa ini, Pimpii hanya bisa ‘meng-amin-i’ pilihan sang Pengantin SBY yang nanti malam akan melakukan ‘ijab kabul’ sekaligus memproklamirkan mempelainya sebagai Cawapres di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung (14/5). Mereka tinggal menunggu pada saat Pilpres nanti apakah Pimpii atau ‘keluarga besar’ lainnya akan ‘merestui’ mereka atau tidak.

Baca artikel berkenaan:

Published in: on May 21, 2009 at 6:28 am  Comments Off on Mengapa SBY tidak memilih BudiAnduk sebagai wakilnya saja?  
Tags: , , , , , , , , , ,
%d bloggers like this: