“PerbedaanSahabat dan Teman”

“Seorang sahabat menaruh kasih,
baik disaat suka maupun disaat duka”.

Orang bilang, antara seorang “teman” & seorang “sahabat” memiliki banyak sisi perbedaan, saya antara setuju dan tidak setuju.
Ketika seseorang lagi butuh penghiburan, dia berkata “aku butuh sahabatku saat ini…”

Lantas aku berpikir dan bertanya didalam hati, “mengapa orang meletakkan kata ‘sahabat’ secara khusus bagi seseorang yang dapat dipercaya oleh orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan ataupun buat curhat?, dan kenapa masih ada sebagian orang yang masih menggunakan kata ‘teman curhat’ ketika seseorang butuh orang lain untuk mendengarkan keluhannya?, kenapa kalimatnya tidak dirubah saja menjadi ‘sahabat buat curhat’?

Suatu kali saya bertanya dengan seseorang, “seandainya kamu sudah lama kenal dengan saya, kamu akan meletakkan saya diposisi yang mana, menjadi ‘teman’ atau menjadi ‘sahabat’?. Jawaban orang itu menurut saya sangat benar dan masuk akal, dia menjawab “Untuk menjadikan seseorang menjadi seorang sahabat, bukan dinilai dari lamanya kita mengenal orang itu, tetapi hati kitalah yang akan menentukan pantas tidaknya seseorang itu untuk dijadikan sahabat, untuk menjadikan seseorang menjadi teman tidaklah sulit, tetapi untuk menjadikannya sebagai seorang sahabat bukan perkara gampang”.

Dari teori dan tulisan diatas, sebenarnya saya masih belum percaya ada perbedaan arti dari seorang teman dan arti seorang sahabat, hingga akhirnya saya harus dibuat percaya.

Saya mencintai seseorang yang sudah saya kenal sejak lama (kakak kelas saya semasa kuliah dulu, saya st’99 dia st’98). Singkat cerita, saya jatuh hati sama dia dan itu saya pendam selama 4 tahun. Setelah 4 tahun berlalu, saya tetap ingat dia dan masih cinta sama dia (Saya sudah di Jakarta dan dia di Medan). Keinginan saya cuma satu, saya harus mengutarakan perasaan saya kedia, meskipun saat-saat itu sudah 4 tahun berlalu.

Saya hubungi dia via telpon (saya masih tetap simpan nomor dia). Awalnya benar-benar gugup dan canggung (mungkin karena sudah lama kita tidak komunikasi) hingga akhirnya suasana bisa mencair juga, kita bisa bercanda dan ketawa-ketiwi. Saat itu saya belum masuk pada maksud dan tujuan saya (jaga imej jugalah),dua hari setelah itu saya niat untuk hubungi dia kembali dan sekalian to the point mengenai perasaan saya kedia.

Setelah dia dengar langsung dari saya (memang dulu sih ada teman yg bilang kedia kalau saya suka, namun dia tidak percaya), dia heran kenapa saya bisa memendam perasaan itu selama 4 tahun?, dia juga bertanya, itu semua berawal dari mana?.

Apa jawaban yang dia berikan mengenai perasaan saya kedia?, dia katakan seperti ini “bagiku, untuk menjadikan seorang pria menjadi teman hidupku, syarat utama adalah seseorang itu harus takut akan Tuhandan bisa menjadi sahabatku terlebih dahulu”.

Dari kedua pernyataan diatas, itu sudah cukup bagi saya untuk mengerti perbedaan antara seorang “sahabat” dan seorang “teman”, dan memang memiliki perbedaan yang sangat luas. Dua orang tersebut menyadarkan saya betapa pentingnya memiliki seorang sahabat. S’moga kelak Tuhan memberikan sahabat yang baik buat saya, yang bisa dipercaya tentunya.

Published in: on April 18, 2009 at 4:59 am  Comments Off on “PerbedaanSahabat dan Teman”  
%d bloggers like this: